Anggota DPRD Majalengka Rebutan Mobil Dinas

Dua anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar, Chepy K Effendi dan
Tatan Hartono dari Fraksi Kebangkitan Patriot Indonesia (FKPI) terlibat
“perang mulut” yang cukup hebat.

Informasi yang diterima Radar, kedua anggota dewan ini
memperebutkan mobil dinas (mobdin) jenis Suzuki APV. Kabarnya, keduanya
dalam waktu bersamaan berminat untuk menggunakan mobdin tersebut.

Kebetulan saat itu Tatan membutuhkan mobil untuk mengantarkannya
ke Jakarta. Tatan akan bertolak ke Kalimantan Timur bersama Kepala
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk tujuan dinas.

Sementara, Chepi yang kebetulan mendapatkan “jatah” jadwal
penggunaan mobdin juga akan menggunakannya untuk keperluan menengok
keluarganya yang sakit.

“Saya ngotot karena mobdin itu akan digunakan untuk keperluan
dinas dan bukan untuk kepentingan pribadi atau keluarga,” tegas Tatan
kepada Radar, Kamis (28/9).

Alasan Tatan, kepergiaannya ke Kalimantan Timur untuk kepentingan
dinas, sehingga ia berani untuk menggunakan mobdin APV tersebut.
Politisi asal Talaga ini menolak ketika ditawari oleh ketua DPRD untuk
menggunakan mobil Nissan Teranno.

Sementara Chepi K Effendi berkilah, dirinya tidak keberatan kalau
mobdin itu akan digunakan rekannya meskipun dalam jadwal mobdin itu
masih menjadi bagiannya.

Dia mengakui, jika semula dirinya berniat meminjam mobdin untuk
melihat cucunya yang lahir kritis di sebuah rumah sakit. Namun,
politisi asal Kadipaten ini menyayangkan dengan sikap rekannya yang
bicara lain-lain.

“Saya tidak keberatan kalau mobdin APV Nopol U 285 digunakan oleh
rekan saya (Tatan, red) walaupun sesuai dengan jadwal di komisi A masih
bagian saya,” sebut Chepi saat tadi malam.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD Eman Sulaeman membenarkan adanya
kesalahpahaman di antara anggotanya. Hanya saja Eman meminta kejadian
tersebut tidak dibesar-besarkan. “Itu hanya salah paham saja, dan
permasalahannya sudah clear. Keduanya juga sudah berdamai, jadi tak
perlu dibesar-besarkan,” pintanya.

Kemudian Eman menjelaskan, sesuai dengan surat edaran (SE) Nomor:
024/108/03/2006, penggunaan mobdin Suzuki APV tidak lagi diperuntukkan
bagi fraksi, tapi untuk komisi. Sehingga, pengaturannya diserahkan
kepada masing-masing komisi.
Dia menuturkan, penggunaan mobdin sesungguhnya hanya untuk kepentingan dinas.
Bila anggota dewan menggunakannya di luar kedinasan, maka harus ada rekomendasi dari pimpinan atau sekretariat dewan.

“Kalau mobil tersebut tidak digunakan maka harus digarasikan di sekretariat dewan,” tegasnya.

Sumber : Situs Rakyat Merdeka.

16 Balasan ke Anggota DPRD Majalengka Rebutan Mobil Dinas

  1. jurig jarian mengatakan:

    hmm begnilah nasib dewan majalengka, dewan aja kaya gini bagaimana bisa memberikan sesuat sama rakyat, duh sedih sedih nya geuning kieu nya dewan urang teh

  2. zfa mengatakan:

    what the fuck!

  3. Badu mengatakan:

    bagus ????
    saya dukung

    pengirim

    (cibentang meteor 78)

  4. lianie mengatakan:

    Dalam lingkungan kerja, konflik itu biasa. Tapi kenapa sampai terdengar publik? malah muncul pertanyaan baru ada apakah dibalik semua itu, ada sebab lain kah?….
    Finally hanya berharap semoga kasus seperti tidak terulang lagi….. childish pisan.
    kaya ga punya uang buat ongkos aja.
    Dimanakah JIWA RELA BERKORBAN MU………

    hatur nuhun.
    lihat blog ini serasa kembali ke kampung halaman.

  5. Helmi Indra Mahyudin mengatakan:

    Hiiiiiihh……… jadah teh nyaaaah…. ngerakuen pisan boga pingpinan teh…….. maenya pagawe negeri teu boga duit jang ngiridit-ngiridit acan??? atawa kurang loba imah na? jadi teu cukup hiji mobilna, minimal saimah dua mobil, jang ka ulin ka cigasong hiji terus jang kukurilingan di imah hiji

  6. aing mah pokona beteung milu sebeuh, duit aing weuteh, …….baseuh…..hehe karunya teuing rakyat majalengka, da babaturan aing anu butuh naon naon mah dibantuan ku aing tapi aing kudu keep silent mun kabuka aing di door door!!!!

  7. Ace Dadan Al-Djumhana mengatakan:

    Ngerakeun kasebutna Pejabat lain Penjahat, ari ngaku orang pendidikan kan ari anggota Fraksimah minimal sakolanage lila lain? trus teu masantren di kantor Polisi…..*) yeu nyambung! ngan ukur gara-gara mobil oge rame padahal menurut tatanggana Ki Jembar Jumatoro, terindikasi hanya kurang komunikasi aja. Cik atuh baik-baik penyelesaiannya ulah diselesaikan pake otot lain boga O-T-A-K? Mindingan jadi tukang C-E-N-D-O-L dari pada jadi pejabat nu teu galgeg C-E-D-O….. Inget!

  8. Ace Dadan Al-Djumhana mengatakan:

    Ngerakeun kasebutna Pejabat lain Penjahat, ari ngaku orang pendidikan kan ari anggota Fraksimah minimal sakolanage lila lain? trus teu masantren di kantor Polisi…..*) teu nyambung! ngan ukur gara-gara mobil oge rame padahal menurut tatanggana Ki Jembar Jumatoro, terindikasi hanya kurang komunikasi aja. Cik atuh baik-baik penyelesaiannya ulah diselesaikan pake otot lain boga O-T-A-K? Mindingan jadi tukang C-E-N-D-O-L dari pada jadi pejabat nu teu Gabgeg C-E-D-O….. Inget!

  9. Rahayat leutik mengatakan:

    SaÉ-saÉ,teu kieumah moal ramé….
    Béh katingal pan mana nu bnR mana nu slH….
    Wasslm ti rahayat leutik kanggo gegedén2 dilaluhur,permios ah….

  10. Asep Muhajir mengatakan:

    Wah hebaaaat!!! Tah… nya nu kieu pisan yeuh nu kedan janten picontoeun urang sadayana teh…😦

  11. Asep Muhajir mengatakan:

    Wah hebaaaat!!! Tah… nya nu kieu pisan yeuh nu kedah janten picontoeun urang sadayana teh…

  12. ABIGAIL WILLIAM mengatakan:

    Tidak dipungkiri,dari semua seluruh kabupaten yang ada di Indonesia,Majalengka adalah satu-satunya Kabupaten yang seolah-olah “HARAM” untuk di publikasikan oleh Pemerintahnya sendiri. Jujur saja,siapapun anda,berapa kali dalam sebulan/setahun/seAbad anda pernah melihat Profil Kabupaten ini punya kesempatan untuk diekspos di media visual elektronik?Penggalian historis oleh beberapa Seniman&Budayawan atas Asal Usul Kota ini yang katanya sih Majalengka ini “KOKOLOTNA URANG SUNDA” dan “NU PALING KOLOT” Semuanya selalu terbentur oleh seabrek birokrasi,ketakutan dan ketidak acuhan Aparatusnya sendiri. KENAPA HARUS TAKUT DI EKSPOS?Sejarah Majalengka adalah KEBOHONGAN YANG DISEPAKATI ! Di tambah lagi aksi Legislatifnya yang kayak anak TK ! Semakin menambah carut marut yang Panjang dan bukti bahwa MAJALENGKA ADALAH CONTOH TERBAIK UNTUK SEBUAH DEMOKRASI YANG GAGAL. Satunya-satunya sistem dari pola pikir warisan Orde Baru adalah Majalengka. Disini, asal punya Banyak duit, punya kedekatan dengan Orang Atas,dan bla bla bla meskipun Ia tidak pernah mengerti apapun tentang Pemerintahan dsb Minimalnya Kursi pemda atau dewan pasti mudah didapatkan. Di MAJALENGKA,PREMAN PUN BISA JADI BUPATI ATAU DEWAN MESKIPUN KUALITAS OTAK NYA HANYA SEBATAS REBUTAN MOBIL SEPERTI ITU.Salam sadayana ti KADIPATEN.

  13. Mochamad Ishak mengatakan:

    Ngerakeun anjing, dipilih teh cume deuk karitu, laen digawe nu bener..

  14. Boy Bolank Maja mengatakan:

    Cita-cita Majalengka terlalu mengawan-ngawan, terlalu melangit, nyatana orang2 yg dipercaya sebagai wakil rakyat yg duduk di dewan, masih punya sikap anu “belekok koplok” … Majalengka, ulah ngien nu aneh2 lah mun can bisa ngatur diri jeng masyarakat nu bener,,, hayangna ngien “kerajaan kecil” tapi kalakuan siga “tai anjing” komo bupati nu ayena mah… boga pabrik kaos sugannn….

  15. Urang lembur mengatakan:

    Anzink…haram jadah lalampahan DEWAN kawas Qtu….kumaha nu d handap…ka carampleng atuh mere conto teh…ngarti teu yet??

  16. Tatangga Dewan mengatakan:

    Rame euy…mslh rebutan mobil dinas sampe asup publik sugan burung!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: