Majalengka Menuju Kawasan Agrobisnis 2010

MAJALENGKA memiliki potensi alam lebih dari 120,5 ribu hektare, terdiri dari kawasan pegunungan seperti lereng pegunungan Cakrabuana dan perbukitan Argalingga di kaki Gunung Ciremai yang subur dan menampilkan panorama keindahan tiada bandingnya. Ditambah kawasan persawahan seluas 52,6 ribu hektare di bagian utara yang setiap saat bisa berubah-ubah fungsi baik sebagai lumbung padi, sentra kedelai ataupun penghasil tebu terluas di Jawa Barat. Belum lagi kekayaan potensi industri yang sampai saat ini belum terjamah para investor galian bahan industri.

“Potensi itu belum merupakan kekayaan yang bisa menyejahterakan rakyat Majalengka kalau alam itu kita biarkan tidur. Sistem agrobisnis yang hanya mengandalkan subsistem agrobisnis usaha tani sebagai porsi ekonomi petani, sulit diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani. Karena dalam suatu sistem agrobisnis, nilai tambah yang terbesar berada pada subsistem agrobisnis hulu dan hilir.

Sedangkan subsistem agrobisnis usaha tani sangat kecil, sehingga petani yang berada pada subsistem ini akan selalu menerima pendapatan yang relatif rendah. Dengan kondisi demikian petani akan selalu dirugikan karena peningkatan produktivitas sistem agribisnis usaha tani sangat sedikit manfaatnya bagi petani,” ungkap Bupati Majalengka Hj. Tutty Hayati Anwar, S.H., M.Si. saat menyampaikan pemikiran serta realisasi visi dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-516 Kab. Majalengka.

Diyakini Hj. Tutty, produk pertanian bisa berinteraksi dengan bisnis pertanian yang secara makro bisa mengungkit kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan LPE Kab. Majalengka sampai ke angka 4,43 % pada tahun 2005. Paling tidak Majalengka yang saat ini dibebani 319.210 penduduk miskin, pada tahun 2006 bisa ditekan menjadi hanya 195.631 ribuan.

PAD Majalengka yang pada tahun 2005 ini hanya 26 miliyar, bisa naik menjadi 30 milyaran pada tahun 2006 nanti. Dengan demikian LPE Majalengka akan diproyeksikan ke angka 8,3%. IPM 68,52 yang harus berubah menjadi 75,60 pada tahun ini. Dengan daya beli yang telah mencapai Rp 552.000,00.

Salah satu contoh dalam upaya mempertemukan kepentingan petani dengan kaum industrialis di bagian hulu, adalah telah mulai digarapnya kawasan perbukitan Argalingga dan Cakrabuana di Lemahputih untuk menjadi kawasan perkebunan teh rakyat seluas 441,3 hektare. Di sana juga ada usaha hortikultura kol, tomat, cabai merah, kentang, yang kelak akan diintegrasikan dengan industri sayuran kaleng dan saus.

Penjajakan ke arah itu telah mulai dilakukan. Kelak teh Lemahputih akan mengembalikan kejayaan perkebunan Carenang di abad ke-19 yang selain kaya sayuran, juga menjadi kawasan wisata para tuan-tuan Belanda saat itu.

Selain itu, di daerah sekitar kecamatan Bantarujeg dan Kecamatan Lemahsugih bagian utara sejak lama telah dikenal tembakau cieurih yang beraroma harum dan empuk. Pemerintah daerah kini mulai menemukan investor yang bisa mengolah insdustri rokok tangan (kretek) yang ditanam pada 1600 hektare lahan potensial. Sementara itu, industri wisata di kawasan selatan ini tak kalah menariknya. Panorama Cakrabuana kini telah mulai diminati sejumlah investor dari Jakarta yang ditandai berdirinya lapangan golf dan pembangunan villa. Malah telaga Cipadung dan kawasan hutan Pasirbatang bekas legenda Lutung Kasarung kini telah disulap menjadi kawasan wisata terbaik di Jawa Barat.

Bongkar keterpencilan

Sementara itu, untuk mendukung kegiatan perekonomian, sarana jalan sepanjang 1.117,834 km yang diharapkan 40% dalam kondisi baik, dan tahun 2006 diperkirakan meningkat menjadi 80%. Sedangkan sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pasar pada tahun 2002 mengalami rehabilitasi secukupnya, serta pada tahun 2006 diperkirakan dapat melayani publik lebih baik lagi. Majalengka pun mulai menggarap pembangunan jalan yang mampu membongkar barikade keterpencilan daerah serta potensinya. Wilayah-wilayah tertutup seperti Nunuk, Kepuh, Cikaracak, Argamukti, Bangbayang, Werasari, serta puluhan daerah tertutup lainnya yang kini sudah mulai ditembus jalan beraspal.

Ruas jalan kabupaten sepanjang 370.450 km dari ruas jalan keseluruhan sepanjang 702.300 km saat ini dalam kondisi rusak parah dan sedang. Dengan kata lain, hanya sekitar 199.350 yang dinyatakan kondisinya baik karena sekitar 132.500 km di antaranya dalam kondisi sedang. Jumlah kerusakan belum termasuk ruas jalan desa yang sebagian besar dalam kondisi rusak parah, sementara jalan yang diperbaiki setiap tahunnya sangat terbatas.

Menurut keterangan Kepala Dinas Kimpraswil Kab. Majalengka, H. Ano Hartono di wilayahnya kini terdapat 120 ruas jalan. Panjang ruas jalan dari setiap daerah ke daerah lain tersebut antara 1 km hingga 17,6 km, sedangkan lebarnya sekitar 3 m hingga 4,5 meter. Dari jumlah 120 ruas jalan yang ada sebanyak 40 ruas jalan di antaranya dalam kondisi rusak berat.

Dikatakan H. Ano, meski anggaran terbatas, pihaknya terus berupaya untuk melakukan peningkatan mutu jalan yang semula lapis aspal batu menjadi lapis lataston. Dukungan prasarana jalan seperti inilah yang diharapkan mampu menjembatani usaha tani disektor hilir dengan usaha industri yang kelak bakal berintegrasi menjadi sebuah bangunan ekonomi agrobisnis.

Hanya yang mungkin menjadi persoalan ke depan adalah persoalan sampah seperti yang menjadi persoalan di Bandung. sepuluh tahun kedepan TPA di Desa Heuleut akan penuh. Ke depan lingkungan TPA akan dipagar sehingga batas wilayahnya jelas, menuju lokasi juga harus ada jalan khusus sehingga tidak melewati permukiman penduduk. TPS yang berada di belakang mapolres sementara ini masih menyimpan persoalan karena dianggap tidak layak selain sempit letaknya berada di tengah kota. Demikian juga dengan TPA Sindangpano mulai dikeluhkan warga akibat bau.

Soal permukiman penduduk di Kab. Majalengka hingga 2004 lalu masih ada sekitar 63.359 rumah tidak layak huni yang tersebar di semua kecamatan. Di Majalengka juga masih ada daerah rawan air bersih yaitu di 38 desa atau 4 kecamatan. Untuk mengatasi persoalan tersebut diupayakan setiap tahun diperbaiki baik melalui APBD I II atau anggaran pemerintah pusat sehingga semua desa terlayani air bersih, rumah penduduk pun jadi layak huni.(Tati Purnawati/”MD”)***

Sumber : Pikiran Rakyat, Rabu, 07 Juni 2006.

5 Balasan ke Majalengka Menuju Kawasan Agrobisnis 2010

  1. Indra Kusuma mengatakan:

    Untuk Bu Tuty dan Jajaran dibawahnya…
    Mohon agar jalan dari dan ke talaga-lemahputih jangan cuma ditinggkatkan saja, tapi harus di re-konstruksi ulah.
    banyak sekali poin-point road yang naik dan bergelombang. mungkin dasaran jalan perlu distabilkan.
    Mudah-mudahn dengan infrastruktur yang lebih baik, kegiatan agroekonomi didaerah tersebut meningkat.
    Mudah-mudahan groupp kami pun bisa lebih mudah mencari investor di bidang agribis

  2. Tri Martiana mengatakan:

    Saran saya adalah mohon jangan lupa pembangunan kesehatan bagi tenaga kerja dibidang agroindustri. SDM ini penting sekali dan potensial bahaya di pertanian, perkebunan cukup banyak dan ini mohon menjadi perhatian. Supaya terbentuk petani yang profesional sehat dan Pembangunan daerah Sukses. Amin

    Terimakasih

  3. mahesa mengatakan:

    yang jelas pembangunan infrastruktur dan suprastruktur diarahka ke pedesaan jangan di perkotaaan

  4. Engkus Kusmana mengatakan:

    Yth.Pihak Yang berwenang,
    untuk infrastruktur jalan di kec.cikijing terutama desa kancana menuju Blok Cilangcang Tonggoh, 2 periode pildes masih saja rusak .dikhawatirkan timbul kecelakaan dan patah nya jalur transportasi.untuk itu kepada pihak yang berwenang mohon untuk diindahkan.

  5. ENJANG mengatakan:

    dengan hormat demi kemajuan bangsa lebih baik ditujukan kepada ditujukan kepada pihak pihak yang membutuhkannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: