Majalengka, Kabupaten Terbaik Untuk Pendataan Keluarga Miskin

JAKARTA, 4 April 2006 – Nama Kabupaten Majelengka mulai mencuat ketika ada program Subsidi Langsung Tunai (SLT). Majalengka dinilai sebagai daerah yang berhasil melaksanakan salah satu upaya pengentasan kemiskinan melalui subsidi langsung tunai (SLT) karena hasil pendataan rumah tangga miskin (RTM) sangat akurat sehingga tidak menimbulkan protes dari kalangan masyarakat.

“Kami telah biasa melakukan pendataan keluarga, sehingga ketika program SLT diluncurkan, kami sudah siap menyiapkan data akurat,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana (Disduk-KB) Kabupaten Majalengka Suratih Puspa menjawab pertanyaan wartawan di Majalengka, Sabtu (25/3).

Sejumlah wartawan anggota Forum Wartawan Kesra (Forwara), bersama Deputi Kesejahteraan Sosial Menko Kesra Adang Setiana, dan Staf Khusus Menko Kesra Lalu Mara Satria Wangsa, Sabtu, berkunjung ke Majalengka untuk mengecek langsung keberhasilan pemkab setempat dalam hal pendataan keluarga, khususnya rumah tangga miskin.

Menurut Suratih, untuk mendapatkan Kartu Miskin (KM) telah dilakukan seleksi ketat dan
objektif. KM yang sudah di tangan RTM saat prosesnya sudah berlangsung sejak 2003. Waktu itu melalui penyaringan ketat sesuai kriteria yang berlaku, tercatat 49.169 keluarga
prasejahtera, dan 56.754 keluarga prasejahtera alasan ekonomi.

Data tersebut diproleh melalui seleksi ketat sejak tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan,
kemudian masuk ke Disduk-KB. Setelah mendapatkan data, kemduian dilakukan survei lapangan untuk mengecek angka-angka tersebut. Hsil dati survei ini kemudian diproses lagi di Disduk-KB. “Jadi memang perlu ketelitian dan kecermatan sebelum KM tersebut berada di tangan yang berhak,” katanya seraya menambahkan KM tersebut akhirnya menjadi kartu multi guna.

Kartu Multiguna
Menurut Suratih pemberian kartu miskin ini diharapkan bisa menjamin keseragaman dalam pemantauan dan pengendalian pemberdayaan keluarga miskin. “Penerbitan Kartu Miskin oleh Pemkab Majalengka diharapkan bisa menjawab kendala bantuan kepada keluarga miskin yang selama ini terjadi akibat tidak jelasnya indikator kemiskinan serta tidak adanya data identitas keluarga miskin secara detail,” ujarnya.

Menurutnya, kartu miskin merupakan salah satu upaya untuk memudahkan intervensi pemerintah terhadap penanggulangan kemiskinan seperti program Inpres Pembangunan Desa Tertinggal, Program Pembangunan Keluarga Sejahtera, Program Pembangunan Kesejahteraan Sosial, Program JPS, Program PKPS BBM dll.

“Semua program pembangunan yang sifat projeknya mengarah kepada keluarga miskin harus disampaikan kepada keluarga pemilik kartu. Kartu ini merupakan kartu pengendalian multi guna yang hak kepemilikannya sepenuhnya milik keluarga pra sejahtera,” ungkap Suratih. Kartu itu tidak bisa dipergunakan pihak lain karena data identitasnya sudah termuat dalam SK Bupati Nomor 55 Tahun 2004 dan foto pemilik kartu ini juga dapat berfungsi untuk mendapatkan pelayanan gratis di rumah sakit,  untuk mendapatkan bantuan pendidikan juga pakai KM. Bahkan KM ini berlaku di RSCM (Rumah Sakit
Cipto Mangunkusumo Jakarta) dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

Untuk menjaga agar KM tersebut benar-benar sampai ke tangan yang berhak, yakni RTM, setiap bulan dilakukan pengecekan sampai ke tingkat RT. “Kemudian kita perbarui setiap tahun. KM tersebut langsung ditandatangani ibu Bupati (Tutty Hayati Anwar—Red) mendukung program ini,” tambahnya.

Sementara itu Sekda Majalengka Suharja mengemukakan saat ini jumlah penduduk setempat sebanyak 1.179.355 jiwa dengan laju pertumbuhan 0.85% per tahun dengan total fertility rate 2,0%. Pasangan usia subur (PUS) tercatat 245.438, peserta KB aktif 179.454 (73,12%).

Dari data tersebut, jumlah keluarga prasejahtera 70.121 (19,78%) terdiri alaan ekonomi
47.731 (13,46%), dan nonekonomi 22.390 (6,32%). Keluarga sejahtera I sebanyak 113.361 (31,96%) terdiri alasan ekonomi 57.168 (16,13%), dan nonekonomi 56.193 (15,83%). Keluarga sejahtera II 106.078 (29,92%), keluarga sejahtera III 55.588 (15,68%), dan keluarga sejahtera III plus 93.74 (2,64%).

Sementara itu Deputi Kesejahteraan Sosial Menko Kesra Adang Setiana dalam kesempatan ini mengemukakan program sejenis SLT tersebut juga telah dilakukan oleh sejumlah negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.  “Namun jumlah keluarga miskin maupun dana yang dikeluarkan tidak sebanyak di Indonesia,” katanya.

Program tersebut di luar negeri telah berhasil menaikkan daya beli warga miskin,
meningkatkan mutu gizi masyarakat, jumlah pengemis berkurang, dan meningkatkan rasa bangga.

“Bagi warga yang menerima merasa bangga karena mereka tidak lagi dibantu oleh keluarganya, melainkan sudah mampu memperbaiki diri sendiri,” katanya.

Adang dalam kesempatan ini juga mengharapkan keberhasilan yang telah diraih oleh Pemkab Majalengka bisa ditiru daerah lain, terutama dalam hal tidak adanya ‘kekisruhan’ data sehingga menimbulkan juga ‘kekisruhan’ di tengah masyarakat. ”Apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Majalengka dalam hal pendataan keluarga, khususnya keluarga miskin (prasejahtera) patut ditiru oleh pemkab/pemkot yang lain,” kata Adang. (den)

Sumber : Situs TPKRI.

4 Balasan ke Majalengka, Kabupaten Terbaik Untuk Pendataan Keluarga Miskin

  1. Gatot mengatakan:

    tapi maaf, daerah saya Jatiwangi khususnya desa burujul wetan, masih banyak RTM yg tdk mendptkan KM.nah tu gmn pak?
    Terus PKBM juga banyak yg tdk mengena ke sasaran.

  2. abah mengatakan:

    urang majalengka mariskin

  3. fajar mengatakan:

    majalengka terbaik dalam pendataan keluarga miskin, karena majalengka memiliki banyak keluarga miskin dibandingkan kabupaten lain..jadi kita perlu malu atau bangga ya..?

  4. Lili mengatakan:

    malu or bangga ya? hemmmz dua2’y akh,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: