Bupati Majalengka Memperoleh Anugerah

MAJALENGKA, (PR).-Di tengah suasana duka akibat putra pertamanya meninggal dunia, Bupati Majalengka Hj. Tutty Hayati Anwar, S.H., M.Si. mendapat anugerah Aksara Madya tahun 2006 dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (9/9).

Anugerah tersebut diperoleh atas dedikasi dan komitmennya terhadap dunia pendidikan atas keberhasilannya memberantas buta huruf.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Karna Sobahi didampingi Kepala Bidang PLS H. Jojo Ruharjo, dengan diterimanya anugerah dari presiden diharapkan lebih memacu para pengelola pendidikan dalam memperhatikan rakyat yang tidak bisa membaca dan menulis.

Komitmen Bupati Hj. Tutty terhadap dunia pendidikan ungkap H. Karna selain menyediakan anggaran yang cukup tinggi, khususnya untuk penuntasan buta aksara yang mencapai Rp 2,9 miliar, juga telah membuat instruksi khusus bahwa lulusan SD apalagi SMP harus mampu membaca dan menulis huruf arab.

“Jadi melek aksara bagi warga Majalengka itu tidak hanya huruf Latin melainkan juga huruf Arab bagi warga yang beragama Islam. Bagi siswa SD dan SMP di akhir tahun harus mendapatkan sertifikat baca tulis Al Qur’an sebagai bukti yang bersangkutan mampu membaca dan menulis huruf Arab.” ungkap H. Karna Sobahi.

Untuk menuntaskan wajar dikdas bagi semua usia, ungkap H. Karna diupayakan melalui kelompok belajar yang diselenggarakan di setiap desa, pesantren, bahkan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Majalengka.

Tahun ini terdapat 32 pesantren yang menyelenggarakan kelompok belajar sembilan tahun. Padahal, sebelumnya hanya terdapat 12 kelompok belajar yang rata-rata siswanya berjumlah 35 orang.

Sasaran wajar dikdas ke pesantren, sehubungan banyak anak usia sekolah, atau yang lulus SD tidak melanjutkan ke sekolah formal baik SMP ataupun MTs. namun dengan alasan biaya pihak orang tua melanjutkan anaknya untuk belajar di pesantren.

Selanjutnya, H. Karna Sobahi mengimbau kepada warga yang belum mampu membaca dan menulis serta mendapatkan ijazah wajar dikdas dan belum terdata segera melaporkan ke lembaga berwenang, agar segera dibuat kelompok belajar. Untuk penyelenggaraannya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, malah bagi peserta didik disediakan transportasi. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak mau belajar.

Pembuatan kelompok belajar itu tidak hanya dilakukan di masyarakat umum, namun dinas pendidikan juga melaksanakannya di Lembaga pemasyarakatan (lapas). Bahkan, untuk tahun ajaran lalu, telah diserahkan sertifikat bagi peserta yang ada di lapas.

Sementara itu, angka buta aksara untuk semua kelompok usia hasil pendataan Desember 2005 di Kab. Majalengka berjumlah 21.209 orang. Sedangkan target untuk tahun ini, angka buta aksara akan berkurang sebanyak 11.701 orang, sehingga ke depan jumlah orang yang buta aksara diperkirakan hanya tinggal 9.508 orang. Dari jumlah warga yang buta aksara tersebut. diketahui sebesar 67% di antaranya atau 11.569 orang di antaranya adalah berjenis kelamin perempuan. (C-34)***

Sumber : Pikiran Rakyat, Senin, 11 September 2006.

Satu Balasan ke Bupati Majalengka Memperoleh Anugerah

  1. Gatot mengatakan:

    saya heran dgn smua yg da d berita blog ni.
    maaf bkn mksdku anti Pemkab Majalengka,tp berdasarkan fakta saja.
    d Jatiwangi khususnya Desa Burujul, ujian paket C gratis, tapi ijazah harus d tebus dengan harga yang relatif mahal,gmn nih?
    PKBM tuh gmn sih, dana yg dari pemkab sekitar 25 juta sja,yg d terima oleh PKBM hanya 15juta,katanya untuk administrasi.
    Inilah Kota “Singapur”nya JABAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: