MAJALENGKA, (PR).-
Warga di Kec. Lemahsugih berharap pemerintah segera membuat sekolah menengah kejuruan (SMK) atau SMA di wilayahnya, sehubungan banyaknya lulusan SMP dan MTs. yang tidak bisa melanjutkan pendidikan akibat lokasi SMA/SMK terlalu jauh.
Seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Lemahsugih, H. Didi Suherman mengatakan, selama ini bagi anak yang ingin melanjutkan sekolah ke SMA, harus ke Kec. Bantarujeg, Talaga atau Majalengka. Namun, harus menanggung risiko biaya transpor yang cukup besar, yakni Rp 10.000,00/hari.
“Akibat hal tersebut banyak orang tua siswa yang mengurungkan niat untuk melanjutkan sekolah anaknya,” kata Suherman, Minggu (5/11).
Untuk menekan biaya transpor, banyak siswa asal Lemahsugih yang kos di Talaga atau Majalengka. Itu juga harus mengeluarkan uang sewa kamar Rp 150.000,00/bulan.
Didi mengatakan, pada dasarnya minat melanjutkan ke SMA/SMK di Kec. Lemahsugih sangat tinggi, namun karena jauh dan harus mengeluarkan biaya tinggi maka orang tua siswa akhirnya mengurungkan niatnya untuk melanjutkan sekolah anaknya.
Jika di Kecamatan Lemahsugih didirikan SMA, minat warga untuk melanjutkan bakal sangat tinggi, karena beban biaya yang mereka tanggung lebih kecil dibanding harus melanjutkan ke sekolah yang ada di daerah lain. Bahkan, dari wilayah Sumedang seperti Kecamatan Kirisik, Wado ataupun daerah Cimungkal, diperkirakan akan memilih bersekolah di Lemahsugih, karena jaraknya lebih dekat ke Lemahsugih dibandingkan harus ke Sumedang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Karna Sobahi maupun Bupati Majalengka Hj. Tutty Hayati Anwar, S.H., M.Si. merespons baik keinginan warganya tersebut.
“Kita memang harus segera menyediakan fasilitas pendidikan bagi bagi warga di sana. Apalagi, di Kecamatan Lemahsugih ini sudah ada 3 SMP dan MTs. yang jumlah siswanya cukup banyak, sehingga sangat layak kalau didirikan SMA,” ungkap H. Karna. (C-34)***
Sumber : Pikiran Rakyat 6 Nov.


September 28, 2009 pukul 4:20 am |
saya murid SMK lemahsugih,,SMK Dilemahsugih telah Ada sudah 4 tahun berajalan tp dulu menginduk ke smk maja,sekarang telah terakreditasi,,tapi mengapa tidak menjadi smk negeri malah jadi smk swasta tolonglah dinas pendidikan majalengka itu memperhatikan nasib sekolah kami
Oktober 8, 2009 pukul 6:38 am |
kapan majalengka buat website tersendiri tanpa bantuan blog????